Kita sering lupa dengan kewajiban menjaga ucapan, buktinya saat bulan Ramadhan, kita diperintahkan Allah untuk menjaga mulut kita, bukan hanya makan dan minum, tetapi juga ucapan yang menyakiti hati, berkata kasar akibat marah, bergunjing dan memfitnah. Menjaga ucapan adalah sebaik-baiknya perilaku seorang muslim.
Judul diambil dari kemasanTalking book dalam format DaisyDinarasikan oleh Yuni Sulistyowatibercerita tentang perjuangan seorang kakak, Kak Laisa, yang pengorbanannya sungguh luar biasa demi menyekolahkan ke empat adiknya (Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta) walaupun sebenarnya Kak Laisa bukanlah kakak kandung mereka.Persyaratan sistem Daisy consortium versi 2.02
• Bolehkah cinta dalam diam? • Bagaimana bila sudah terlanjur berzina dengan pacar? • Apakah menjauhi mantan sama dengan memutus silaturahmi? • Cara terbaik menyikapi DM (direct message) dan chat modus • Apa itu sindrom pra-nikah? • Tentang anak haram • Bagaimana bila orangtua belum mengizinkan menikah? • Kenapa lelaki menunda nikah? • Masalah pelakor (perebut laki ora…
Menjadi insan yang senantiasa berintrospeksi diri merupakan jalan menuju ridho Allah. Apalagi jika segala sesuatu yang kita usahakan untuk menjadi lebih baik didasari karena kecintaan kita terhadap ridho Allah semata. Siapakah insan yang tak pernah berbuat salah? Atau siapa manusia di dunia ini yang tak pernah luput dari dosa? Dari sinilah kita berpikir untuk memperbaiki setiap kesalahan, kekhi…
Kehampaan dalam diri merupakan sinyal diri yang menandakan bahwa kita memang telah menjalani rutinitas dengan baik tetapi tidak bahagia. Karena sejatinya kebahagiaan itu berasal dari ketaatan paling dasarka kita kepada Allah SWT dengan zikir dan taat. Keimanan kita harus dibuktikan dengan tindakan sehingga kita bisa mengembangkan dan memprioritaskan kegiatan - kegiatan kebutuhan dasar iman dala…
Malam tak hanya mengantarkan kantuk yang akan membawa kita pada mimpi-mimpi yang membuai. Malam sering kali mengantarkan mereka yang hidup di kegelapan, dalam bayang-bayang yang selama ini kita abaikan, sosok-sosok yang menghuni mimpi buruk kita. Dalam buku kelimanya ini, Dewi Ria Utari berkolaborasi dengan Yulian Ardhi, menciptakan serpihan kata-kata dan narasi pendek yang bertautan dengan ima…